Hura Hara Pagi Hari
KRING...KRING...KRING!!
Jam weaker zalfa berbunyi begitu
keras, tetapi tidak cukup keras untuk membangunkan zalfa karena kemarin ia begadang semalaman suntuk. Untuk
mengerjakan pr nya yang belum selesai. Hingga akhirnya ia dibangunkan oleh
kakaknya yang hanya memiliki sejengkal kesabaran, dan…
BYURR!!
Seember
air ditumpahkan ke badan zalfa, refleks zalfa langsung bangun dan mengomel
tidak keruan pada kakaknya itu
“EH ELO JANGAN MENTANG MENTANG ORANG TUA KITA
LAGI GAK ADA DIRUMAH, ELO SEENAKNYA AJA NYIRAM GUE!!” protes zalfa sambil
mengacungkan jari telunjuknya.
“Siapa
suruh tidur mirip kebo, udah
dibangunin berkali kali tapi gak mau bangun.” Jawab Gilang sambil tertawa geli
melihat adiknya basah kuyup.
“Ngapain
elo ketawa ketawa?? Puas banget lihat adiknya menderita” omel zalfa setelah
melihat wajah kakaknya itu tertawa geli melihat badanya yang basah kuyup.
“Suka
suka gue dong! Masbuloh?” gilang
menjawab dengan nada nyolot.
“ALAY
LO!!” teriak zalfa yang langsung meninggalkan kakaknya itu untuk bersiap
sekolah.
Ya
begitulah suasana rumah itu, tidak pernah sepi meskipun saat itu dirumah hanya
ada Gilang dan zalfa. Sebenarnya mereka memiliki pembantu, tetapi pembantu
mereka sedang pulang kampung karena ada kerabatnya yang sakit. Dan kedua orang
tua mereka sedang pergi keluar negeri untuk berlibur, setidaknya itulah yang
zalfa tau.
“Eh,
elo sekolahnya jalan kaki atau naik taxi aja sana!” perintah gilang saat zalfa
akan menaiki mobil sedan milik
kakaknya itu.
“Enak
aja, emang lo mau kemana?” tanya zalfa
dengan nada nyolotnya yang khas.
“Mau
sekolah lah, emang kalo udah pake seragam gini mau kemana lagi o’on? “jawab Gilang tak kalah nyolot sambil menunjuk seragam yang ia
pakai.
“Yaudah
sih, berangkat bareng aja. Ribet lo!” kata zalfa kesal. “Pasti elo mau bolos
ya?” tambah zalfa sambil memicingkan matanya.
“Enggak
kok, gue itu mau berangkat sama Vina tau!!” jawab Gilang membela diri sambil
memelototi adiknya itu.
“Oh,
si Vina centil itu. Hmm oke tapi ongkosnya mana??” balas zalfa dengan nada
sinis dan menengadahkan tangannya kearah gilang.
“Huh,
demi Vina. Nih 50.000 buat naik taxi cukup” jawab gilang sambil menaruh uang
itu di tangan zalfa.
“Ok
bos” kata zalfa yang langsung menyetop sebuah taxi yang kebetulan lewat di
depan rumahnya.
◌0◌
“Huhh, untung aja gak terlambat”
zalfa bernafas lega setelah turun dari taxi dan segera masuk ke sekolahnya.
Zalfa masuk sekolah dengan
santai, di halaman sekolah ia bertemu dengan Vio, sahabat karibnya sejak SMP.
Beruntung mereka bisa mendapat sekolah yang sama, dan sekarang zalfa juga
bersekolah di sekolah yang sama dengan gilang yg hanya berbeda 2 tahun.
“Hai zal...” sapa Vio ramah.
“Hai vi..” sahut zalfa tak kalah
ramah dan diikuti dengan senyum zalfa yang manis.
“Tumben baru dateng?? Biasanya
juga elo dateng pagi pagi” Tanya vio heran karena memang biasanya zalfa selalu
datang pagi pagi.
“Iya nih, tadi gue masih
berantem dulu sama gilang” jawab zalfa bĂȘte
“Gilang kakak lo yang ganteng
itu ya??” Tanya vio yang memang sempat naksir dengan gilang.
“Iya lah, sama siapa lagi? Dan
kalo boleh gue ralat, gilang itu gak ganteng tau” jawab zalfa yang sama sekali
tidak setuju jika ada yang bilang gilang ganteng.
“He he, berantem kenapa sih??” tanya
vio
“Masa’ nih ya, tadi pagi gue
disiram pakai air” jawab zalfa kesal
“Hah? Emang kamu ngapain sampai
disiram air?” Tanya vio heran Mendengar
cerita teman karibnya itu.
TREET...TREET...TREET
Belum sempat zalfa menjawab, bel
sekolah sudah berbunyi tanda masuk kelas. Mereka pun masuk ke kelas dan zalfa berjanji
akan melanjutkan ceritanya di kantin saat istirahat. Setelah mengikuti
pelajaran selama 2 jam, akhirnya bel istirahat berbunyi. Zalfa dan vio pergi ke
kantin dan membeli 2 mangkok bakso dan 2 jus jeruk yang lalu dibawa ke meja
mereka.
“Nah, jadi gimana lanjutan ceritanya?”
Tanya vio yang masih kepo
“Jadi, semalem itu gue begadang gara gara bikin tugas fisika
yang bakal dikumpul nanti, jadi tadi gue kesiangan bangun. Nah sialnya yang
bangunin gue itu si Gilang, elo tau kan gimana gilang? Dia paling gak bisa
sabar, makanya gue disiram pake air” jelas zalfa panjang lebar.
“Ha ha, sadis banget ya si
gilang” jawab vio sambil melahap bakso yang sudah ada di hadapan mereka.
“Iya tuh” jawab zalfa yang masih
kesal karena kejadian tadi pagi
“Sabar ya zal” kata vio
menenangkan
“Iya. eh nanti elo ada acara
gak? Jalan jalan yuk” ajak zalfa sambil memasang tampang memelas kearah vio
“Yahh, gak bisa zal. Soalnya
nanti gue ada acara sama Kevin” jawab vio menolak ajakan zalfa. “Sorry ya zal”
tambah vio merasa tak enak
“Oh, iya gak apa apa kok vi”
jawab zalfa sambil tersenyum meyakinkan vio meskipun sebenarnya ia merasa
kecewa.
Setelah selesai makan, mereka
pun masuk ke kelas dan mengikuti pelajaran berikutnya. Dan tepat jam 2 siang,
murid murid bisa pulang ke rumah masing masing.
Meet with Alif Matata
Zalfa duduk di sofa sambil
tanganya memindah mindah chanel TV, yah ini memang malam minggu yang membosankan.
Biasanya malam minggu seperti ini zalfa pergi bersama vio atau pacarnya, tetapi
baru kemaren lusa zalfa memutuskan hubungan dengan randy mantan kekasihnya itu
karena zalfa memergoki randy berselingkuh dengan perempuan lain. Zalfa memang
orang yang gampang move on makanya
saat ini dia tidak begitu patah hati. Sedangkan vio juga sedang berkencan
dengan Kevin.
Zalfa merasa bosan, ia kemudian
berdiri menuju kulkas. Dilongoknya isi kulkas, dan akhirnya di ambilnya sebuah
Coca Cola dan menuangkannya kedalam gelas, tak ketinggalan beberapa snack yang
ia ambil di rak.
“Sumpah
ya, hari ini boring nya minta ampun” zalfa
mengerutu sambil meminum Coca Cola nya.
“Makanya cari pacar.” Kata
gilang yang menyerobot snack yang dibawa gea.
“gue itu baaru putus sama randy
kemaren lusa, mana mungkin gue bisa punya pacar dalam dua hari bego!” jawab zalfa
sambil membuka bungkus snack yang diambil tadi.
“Hahahaha, yang lagi jomblo”
“Ih, apa apaan lo? Ngapain sih
lo sibuk ngurusin hidup gue, mendingan lo jalan sama vina sana! Ini kan malam
minggu.”
“Kenapa jadi lo yang repot sih?
Disini gue lebih tua ya, jadi gue berhak ngurusin hidup lo! jawab gilang sambil
mengunyah makanannya “lagian kan biasanya juga elo pergi sama vio” tambah
gilang yang belum slesai mengunyah makanan ringan yang ada di mulutnya.
“Vio lagi kencan sama pacarnya”
jawab zalfa dengan lesu.
“Oh kasian banget ditinggal
pacaran sama sahabat.” Ledek gilang
“biarin!” jawab zalfa yang mulai
naik darah
“hmm,
by the way gue juga lagi boring nih,
gimana kalo kita keluar?” ajak gilang
“Keluar kemana?”
“Ke Resto biasa aja gimana?” jawab
gilang setelah lama berfikir.
“Boleh juga. Tapi tunggu ya, gue
mau ganti baju.” Jawab zalfa
“Jangan lama!” teriak gilang
yang masih sibuk dengan makanan ringannya.
“Gue ditraktir ya” pinta zalfa yang
langsung bergegas ke kamarnya.
“iya iya, cepet sana ganti baju.
Setelah sekitar 15 menit zalfa
sudah siap dengan balutan dress biru laut sepanjang lutut dan sapuan make up yang terlihat natural. Mereka
berdua langsung menuju ke restaurant
yang biasa mereka kunjungi. Disana mereka sempat bertemu dengan teman teman
Gilang.
“Gilang!” teriak seseorang yang
memanggil gilang
“Eh bill” jawab gilang sambil
bersalaman ‘ala mereka’
“Hei, ini pacar baru lo ya?
Cantik juga” kata Billy, teman sekelas Gilang yang sambil melihat kearah zalfa
dari atas sampai bawah
“Enak aja. Ini zalfa, adik gue”
kata gilang membantah
“Ohh, ini yang namanya zalfa?
Gilang sering bercerita tentangmu, katanya kau sangat cerewet” jawab Billy
sambil sedikit tertawa
“Enggak kok, yang ada si Gilang
yang cerewet” kata zalfa yang langsung cemberut
“Hahaha, bercanda kok. Tapi kamu
cantik banget, gilang gak pernah bilang kalau punya adik secantik kamu” rayu
Billy yang membuat zalfa tersipu
“Ngomong ngomong lo kesini sama
siapa?” tanya gilang ke Billy
“Sendiri, ini juga udah mau
pulang.” Jawab billy
“Oh, yaudah. Duluan ya, gue
laper nih” jawab gilang sambil memegang perutnya yang lapar
“Ok, Bye gilang, bye juga zalfa”
kata billy sembari meninggalkan zalfa dan gilang.
“Byee” jawab gilang dan zalfa
berbarengan
Setelah berbincang dengan Billy,
mereka pun akhirnya masuk ke restaurant dan memilih tempat duduk di dekat
pintu. Lalu memesan makanan ke pramusaji.
“Lo ngapain sih cerita ke temen
temen lo kalo gue cerewet?” kata zalfa kesal
“kan emang bener” jawab gilang
sambil mengotak atik hp BB nya. Yang
kemudian disusul oleh seorang pramusaji yang mengantarkan makanan ke meja
mereka. Setelah sekitar 30 menit, makanan makanan yang ada di meja mereka sudah
habis.
“Mas ini bill nya” kata seorang
pramusaji yang memberikan secarik kertas yang berisi total uang yang harus
mereka bayar.
“Oh iya mas, tunggu sebentar”
kata gilang sambil meraba saku celana jeans
untuk mengambil dompetnya. Tetapi ternyata tidak ada, dan dia baru ingat bahwa
dompetnya ia letakan di meja saat menunggu zalfa berpakaian tadi.
“Zal, lo bawa uang gak?” tanya
gilang berbisik pada zalfa yang ada di sebelahnya
“enggak lah, kan katanya lo yang
mau nraktir” jawab zalfa “Kenapa? Jangan jangan lo gak punya uang ya?” tambah zalfa
sambil mendelik dan masih saling berbisik pada gilang
“Dompet gue ketinggalan di meja,
waktu gue nungguin lo ganti baju” jelas gilang
“Sialan lo, terus nasib kita
gimana nih?” tanya zalfa cemas
“gimana mas, ada gak uangnya?”
tanya sang pramusaji yang ternyata memperhatikan gerak-gerik mereka berdua
“Hmm, gimana ya mas dompet saya
ketinggalan tadi” jelas gilang terbata bata
“Terus bayarnya gimana dong?”
tanya pramusaji itu
“Ini mas uangnya, biar saya yang
bayarin” terdengar suara seorang laki laki berkulit putih yang membayar semua
makanan yang telah dimakan oleh zalfa dan gilang.
“Oh, iya mas. Terima kasih”
jawab sang pramusaji yang langsung pergi dan meninggalkan kami
“Thanks ya, nanti uang lo gue
ganti deh” kata gilang sambil tersenyum manis kehadap pria tersebut
“Gak usah, gak apa apa kok”
jawab seorang pria yang mungkin tidak asing lagi bagi zalfa
“Kayaknya gue kenal sama lo”
tanya zalfa sambil mengingat ngingat pria tersebut
“Oh iya, gue Alif. Muhammad Alif
Matata Pakki lengkapnya” jelasnya
“HAH? Gimana bisa gue lupa sama
muka lo lif? Ternyata lo lebih ganteng dari di foto foto yang lo upload di
twitter” jelas zalfa panjang lebar. Memang akhir akhir ini ia sedang suka menstalk twitter yang bernama @Alifmatata,
alif matata itu sendiri adalah seorang pengcover lagu dan vokalis band rock
“remains Alive” yang sedang hangat dibicarakan di jejaring social media twitter
“Lo kenal gue ya? Ah, enggak kok
biasa aja. Pacar lo juga ganteng” jawab alif yang melirik gilang yang ada
disebelah zalfa
“Pacar? Siapa? Dia?” tanya zalfa
sambil menunjuk gilang
“iya, siapa lagi” jawab alif
yang masih memasang senyum di wajahnya
“Dia ini bukan pacar gue, dia
ini kakak gue. Masa iya gue pacaran sama orang kayak gini?” tanya zalfa heran,
bisa bisanya ia dianggap sedang berpacaran dengan gilang
“oh, kakak lo, gue kira pacar.
Hehe” jawab alif sambil tertawa kecil
“siapa juga yang mau pacaran
sama orang model kaya gini, cerewet lagi” kata gilang, sambil menunjuk zalfa.
“eh, lif boleh bagi nomor hand
phone gak?” pinta zalfa pada alif, yang tentu saja mengacuhkan kata kakaknya
itu.
“ok, ada kertas?” tanya alif
yang langsung mengeluarkan pulpen dari saku celana nya
“gak ada, lo tulis aja disini”
jawab zalfa sambil menunjuk ke telapak tanganya
“udah tuh” jawab alif setelah
menuliskan beberapa digit angka di telapak tangan zalfa
“Thanks alif, nanti gue sms ya”
kata zalfa sambil tersenyum manis yang membuat lesung pipi kirinya terlihat.
“Oke, by the way nama lo siapa? Gue kan belum tau nama lo” tanya alif
yang langsung menawarkan salaman kearah zalfa.
“Oh iya, sampai lupa. Gue Zalfa”
jawab zalfa sambil menjawab salaman dari alif.
“Ok zalfa, kalo gitu gue mau
kesana ya. Udah laper nih” kata alif yang menunjuk salah satu meja kosong di
pojok restaurant
“oh, silahkan. Bye alif” jawab
zalfa sembari melambaikan tangan kearah alif
“Bye zalfa” jawab alif yang
langsung menuju ke meja yang ditunjuk tadi
◌0◌
“Viooo!!” teriak zalfa dari
tempat duduknya yang melihat vio yang akhirnya datang juga
“Kenapa zal? Kayaknya seneng banget”
jawab vio yang melihat ekspresi zalfa yang terlihat sangat senang.
“tau gak? Kemaren, waktu malam
minggu gue ketemu sama Aliiif” cerita zalfa kegirangan
“Alif siapa? Banyak kali yang
namanya alif” tanya vio sambil menaruh tasnya diatas meja
“Alif Matata vii. Alif matata
idola kitaa” jelas zalfa sambil mengguncang guncangkan badan vio
“HAH?? Alif Matata? Kok bisa?
Dimana? Terus lo ngapain aja?” tanya vio yang juga menyukai Alif matata.
“gue ketemu di restaurant biasa
kita nongkrong, dia ngebayarin semua makanan gue sama gilang gara gara si
gilang lupa bawa dompet. Terus gue juga minta no hp nyaa!” jelas zalfa dengan
bangga
“Bayarin makanan?” tanya vio
“Iya dibayarin vii, kebayang gak
gimana baiknya si Alif itu!” jawab zalfa heran
“Kayak malaikat ya si alif.
Terus lo dikasih no hp nya alif?” tanya vio lagi yang masih penasaran
“Dikasih dong, di nulis di
telapak tangan gue, dan ini masih ada bekasnya.” Jelas zalfa lagi sambil
menunjukan telapak tanganya yang berisi beberapa digit angka, dan tentu saja
sudah mulai hilang
“mana mana? Bagi juga dong”
pinta vio yang memasang tampang memelas
“nanti deh gue sms nomornya. Gue
belum hafal sama nomornya.” Jawab zalfa sambil mengedipkan satu matanya
“Emang lo gak bawa Hape?
“Enggak, tadi ketinggalan dikasur”
“Ohh gitu, ok deh. Makasih
zalfaa. Lo emang sahabat gue yang paliiiiing baik sedunia nyata dan akhirat”
ungkap vio yang saking senangnya, bahkan zalfa sendiri tidak mengerti apa yang
ia bicarakan.
“iyalah, secara gue itu sahabat
lo satu satunya, ya pastinya gue yang terbaik” jawab zalfa singkat
“He he iya juga sih” jawab vio
lagi sambil cengar cengir
“Dasar. Eh lo udah buat pr
matematika belum?” tanya zalfa
“belumlah, mana pernah sih aku
bikin pr matematika” jawab vio singkat
“He he iya juga ya? Yaudah nih,
contek aja biar gak keburu masuk kelas” kata zalfa sambil memberikan sebuah
buku ke vio
“Duh, baiknya. Thank you zalfaa” jawab vio sambil mencoba
mengambil buku yang ditarik kembali oleh
zalfa
“Urwell, tapi ada syaratnya ya”
kata zalfa lagi sambil menarik kembali buku pr miliknya
“Hmm, apa syaratnta?” tanya vio
penasaran
“Nanti malem, lo temenin gue ke mall ya?” jawab zalfa samba mengedip
ngedipkan matanya
“Mau ngapain lo?” tanya vio
“Mau nyari novel, terus sekalian
makan malam” jawab zalfa
“Itu doang? Gampanglahh!” jawab
vio menyanggupi
“Okee” kata zalfa senang
Sore itu, zalfa menelfon vio
untuk mengingatkan vio supaya dia tidak lupa mengantarkanya ke mall.
“Vi, inget nanti temenin gue ke
mall” kata zalfa setelah vio mengangkat telfon darinya
“Iya zal, ini gue lagi prepare”
“Udah prepare? Kalau gitu
langsung ketemu disana ya”
“Yah, gak dijemput nih?”
“Mau dijemput? Ya udah, sekarang
gue kesana”
“Oke, gue tunggu”
“Sip” jawab zalfa yang langsung
menutup telfonnya
Zalfa sudah sampai di depan
rumah vio, zalfa pun langsung masuk kerumah vio. Baru masuk ke pintu gerbang,
zalfa sudah disambut oleh orang tua vio.
“Eh, zalfa tumben main kesini?” Tanya
mama vio yang sedang menonton tv di ruang keluarga bersama ayah vio
“Iya tante, mau ke luar sebentar
ada yang dicari” jawab zalfa sopan
“Oh gitu”
“Iya tan, ngomong ngomong vionya
mana?”
“Vio lagi dikamar zal, cari aja
keatas”
“Oh ok tante, makasih ya” jawab
zalfa yang langsung mencari vio dikamarnya
“Hei, ayo berangkat biar gak
kemaleman nanti” kata zalfa saat sudah sampai dikamar vio
“ok” jawab vio singkat dan
langsung turun kebawah untuk berpamitan dengan orang tua nya
“Vio mau keluar sebentar. Mau
nganterin zalfa beli novel” kata vio sambil menyalami tangan ibu dan ayah nya
“Iya, tapi pulangnya jangan
terlalu malam ya” kata ibu vio
“Iya bun”
“iya tante, duluan ya” jawab
zalfa yang langsung menyusul vio keluar
◌0◌
Setelah kurang lebih 1 jam,
akhirnya mereka sampai di mall tanpa
menunggu lama mereka langsung ke tempat novel dan mencari novel yang dicari.
Sambil mencari cari vio ingat waktu itu zalfa berjanji untuk memberikan nomor
hp Alif Matata.
“Zal, waktu itu lo bilang mau
ngasih tau nomornya Alif kan?” tanya vio
“oh iya, tunggu ya” jawab zalfa
sambil mengambil hp nya
“Langsung gue kirim lewat sms
ya”
“Oke”
“Udah nyampe?” Tanya zalfa
setelah mengirimkan sms berisi nomor hp Alif matata
“udah, thanks ya. Hmm by the way lo sebenernya mau cari novel
apa sih? Tanya vio sambil memasukan kembali hp nya
“Novel terbaru karya Arumi E
yang Longest Love Letter” jawab zalfa yang masih melihat ke rak buku hingga
akhirnya novel yang ia cari pun ketemu. “Nah ini dia novelnya” kata zalfa
kegirangan setelah berhasil menemukan novel itu
“Coba liat coba liat” kata vio
yang langsung m engambil novel itu dari tangan zalfa “Hmm, dari sinopsisnya sih
bagus, nanti kalo lo udah selesai baca gue pinjem ya he he” tambah vio seteleah selesai membaca synopsis
novel itu
“Yaelah, gak modal banget sih lo
vi”
“He he ngga apa, lagian kalo lo
udah selesai baca mau lo apain? Lo diemin juga kan?”
“Iya deh iya, eh habis ini kita
cari makan ya. Laper nih” kata zalfa sambil memegang perutnya yang mulai lapar
dan bergegas ke kasir untuk membayar novel yang ia beli
“Iya, makanya cepetin soalnya gue
juga laper nih”
“Iya bawell” jawab zalfa dan
segera mencari tempat makan di mall
tersebut
“Oh iya zal, lo udah dapet sms
ke nomornya Alif belum?” tanya vio saat mereka sudah mendapat tempat di
restaurant yang masih di wilayah mall
tersebut
“Belum, gak sempet nih”
“yahh, emangnya lo yakin kalo
itu nomornya asli?”
“yakin dong, Alif matata kan
orangnya jujur” jawab zalfa dengan bangga
“Hmmm, iyadeh”
Saat mereka sedang asik asiknya
makan sambil mengobrol, mata zalfa menuju ke seseorang yang dari tadi ia
bicarakan dengan vio. Alif matata, untuk kedua kalinya ia bertemu langsung
dengan Alif Matata tanpa sengaja.
“Vio, liat tuhh” kata zalfa
sambil menunjuk alif yang ada tepat dibelakang meja tempat mereka makan
“Liat apa?” tanya vio sambil
mengikuti arah jari zalfa
“Liat, ada alif matataa!!”
teriak zalfa dan mungkin teriakan zalfa didengar oleh alif matata yang langsung
menoleh
“HAH? Lo bener zal, itu aliff!!”
teriak vio histeriss “dan dia noleh ke arah kita!
““ya emang bener, masa gue bohong”
“Nahlo
zal, dia kesini kayaknya dia denger deh waktu kita teriak tadi”
“Hai”
sapa alif ke vio & zalfa
“Hai
juga” jawab vio & zalfa berbarengan
“Hmm,
kamu yang waktu itu ketemu di restaurant ya?”Tanya alif sambil memperhatikan
zalfa
“Iya,
yang waktu itu dibayarin makanannya. Hehe masih inget aja” jawab zalfa senang
Karena tidak menyangka bahwa alif masih mengingat kejadian itu
“Iya,
kok gak ada sms/nelfon?”
“Iya
nih, belum sempet. Oiya ini temen aku vio, dia juga matata story” jelas zalfa
sambil memperkenalkan vio
“Oh,
hai vio” sapa alif ramah
“Hai
juga alif, lo ramah banget sih. Gak kaya artis artis lain” kata vio kagum
“Ah
biasa aja, kan biarpun udah terkenal tetep harus ramah” jelas alif. “by the way gue boleh duduk disini bareng
kalian gak?” tanya alif
“BOLEH!”
jawab vio & zalfa yg terdengar hampir berbarengan
“Wihh,
kompak banget” kata alif yang langsung duduk di kursi
“Iya
dong, kita kan emang selalu kompak” jawab zalfa sambil melirik vio
“Kalian
udah pesen makanan?” tanya alif yang melihat meja itu kosong
“Udah
kok, mungkin bentar lagi datang” jawab vio
“Oh
ok” jawab alif lagi sambil memanggil seorang pelayan untuk mencatat pesanannya
Setelah kejadian itu alif, vio,
dan zalfa berteman dekat dan sering sms-an, jalan bertiga, bbm-an dan sebagainya.

Bagus y website mu :)
BalasHapusthanks
HapusKerennn :v
Hapus