Sabtu, 09 November 2013

Story 10 page (FIL)


































Hura Hara Pagi Hari

KRING...KRING...KRING!!
Jam weaker zalfa berbunyi begitu keras, tetapi tidak cukup keras untuk membangunkan zalfa karena kemarin ia begadang semalaman suntuk. Untuk mengerjakan pr nya yang belum selesai. Hingga akhirnya ia dibangunkan oleh kakaknya yang hanya memiliki sejengkal kesabaran, dan…
BYURR!!
Seember air ditumpahkan ke badan zalfa, refleks zalfa langsung bangun dan mengomel tidak keruan pada kakaknya itu
 “EH ELO JANGAN MENTANG MENTANG ORANG TUA KITA LAGI GAK ADA DIRUMAH, ELO SEENAKNYA AJA NYIRAM GUE!!” protes zalfa sambil mengacungkan jari telunjuknya.
“Siapa suruh tidur mirip kebo, udah dibangunin berkali kali tapi gak mau bangun.” Jawab Gilang sambil tertawa geli melihat adiknya basah kuyup.
“Ngapain elo ketawa ketawa?? Puas banget lihat adiknya menderita” omel zalfa setelah melihat wajah kakaknya itu tertawa geli melihat badanya yang basah kuyup.
“Suka suka gue dong! Masbuloh?” gilang menjawab dengan nada nyolot.
“ALAY LO!!” teriak zalfa yang langsung meninggalkan kakaknya itu untuk bersiap sekolah.

Ya begitulah suasana rumah itu, tidak pernah sepi meskipun saat itu dirumah hanya ada Gilang dan zalfa. Sebenarnya mereka memiliki pembantu, tetapi pembantu mereka sedang pulang kampung karena ada kerabatnya yang sakit. Dan kedua orang tua mereka sedang pergi keluar negeri untuk berlibur, setidaknya itulah yang zalfa tau.

“Eh, elo sekolahnya jalan kaki atau naik taxi aja sana!” perintah gilang saat zalfa akan menaiki mobil sedan milik kakaknya itu.
“Enak aja, emang lo mau kemana?”  tanya zalfa dengan nada nyolotnya yang khas.
“Mau sekolah lah, emang kalo udah pake seragam gini mau kemana lagi o’on? “jawab Gilang tak kalah nyolot sambil menunjuk seragam yang ia pakai.
“Yaudah sih, berangkat bareng aja. Ribet lo!” kata zalfa kesal. “Pasti elo mau bolos ya?” tambah zalfa sambil memicingkan matanya.
“Enggak kok, gue itu mau berangkat sama Vina tau!!” jawab Gilang membela diri sambil memelototi adiknya itu.
“Oh, si Vina centil itu. Hmm oke tapi ongkosnya mana??” balas zalfa dengan nada sinis dan menengadahkan tangannya kearah gilang.
“Huh, demi Vina. Nih 50.000 buat naik taxi cukup” jawab gilang sambil menaruh uang itu di tangan zalfa.
“Ok bos” kata zalfa yang langsung menyetop sebuah taxi yang kebetulan lewat di depan rumahnya.
0
                “Huhh, untung aja gak terlambat” zalfa bernafas lega setelah turun dari taxi dan segera masuk ke sekolahnya.
                Zalfa masuk sekolah dengan santai, di halaman sekolah ia bertemu dengan Vio, sahabat karibnya sejak SMP. Beruntung mereka bisa mendapat sekolah yang sama, dan sekarang zalfa juga bersekolah di sekolah yang sama dengan gilang yg hanya berbeda 2 tahun.
                “Hai zal...” sapa Vio ramah.
                “Hai vi..” sahut zalfa tak kalah ramah dan diikuti dengan senyum zalfa yang manis.
                “Tumben baru dateng?? Biasanya juga elo dateng pagi pagi” Tanya vio heran karena memang biasanya zalfa selalu datang pagi pagi.
                “Iya nih, tadi gue masih berantem dulu sama gilang” jawab zalfa bĂȘte
                “Gilang kakak lo yang ganteng itu ya??” Tanya vio yang memang sempat naksir dengan gilang.
                “Iya lah, sama siapa lagi? Dan kalo boleh gue ralat, gilang itu gak ganteng tau” jawab zalfa yang sama sekali tidak setuju jika ada yang bilang gilang ganteng.
                “He he, berantem kenapa sih??” tanya vio
                “Masa’ nih ya, tadi pagi gue disiram pakai air” jawab zalfa kesal
                “Hah? Emang kamu ngapain sampai disiram air?” Tanya vio heran Mendengar cerita teman karibnya itu.
TREET...TREET...TREET
                Belum sempat zalfa menjawab, bel sekolah sudah berbunyi tanda masuk kelas. Mereka pun masuk ke kelas dan zalfa berjanji akan melanjutkan ceritanya di kantin saat istirahat. Setelah mengikuti pelajaran selama 2 jam, akhirnya bel istirahat berbunyi. Zalfa dan vio pergi ke kantin dan membeli 2 mangkok bakso dan 2 jus jeruk yang lalu dibawa ke meja mereka.

                “Nah, jadi gimana lanjutan ceritanya?” Tanya vio yang masih kepo
                “Jadi, semalem itu gue begadang gara gara bikin tugas fisika yang bakal dikumpul nanti, jadi tadi gue kesiangan bangun. Nah sialnya yang bangunin gue itu si Gilang, elo tau kan gimana gilang? Dia paling gak bisa sabar, makanya gue disiram pake air” jelas zalfa panjang lebar.
                “Ha ha, sadis banget ya si gilang” jawab vio sambil melahap bakso yang sudah ada di hadapan mereka.
                “Iya tuh” jawab zalfa yang masih kesal karena kejadian tadi pagi
                “Sabar ya zal” kata vio menenangkan
                “Iya. eh nanti elo ada acara gak? Jalan jalan yuk” ajak zalfa sambil memasang tampang memelas kearah vio
                “Yahh, gak bisa zal. Soalnya nanti gue ada acara sama Kevin” jawab vio menolak ajakan zalfa. “Sorry ya zal” tambah vio merasa tak enak
                “Oh, iya gak apa apa kok vi” jawab zalfa sambil tersenyum meyakinkan vio meskipun sebenarnya ia merasa kecewa.

                Setelah selesai makan, mereka pun masuk ke kelas dan mengikuti pelajaran berikutnya. Dan tepat jam 2 siang, murid murid bisa pulang ke rumah masing masing.

Meet with Alif Matata

                Zalfa duduk di sofa sambil tanganya memindah mindah chanel TV, yah ini memang malam minggu yang membosankan. Biasanya malam minggu seperti ini zalfa pergi bersama vio atau pacarnya, tetapi baru kemaren lusa zalfa memutuskan hubungan dengan randy mantan kekasihnya itu karena zalfa memergoki randy berselingkuh dengan perempuan lain. Zalfa memang orang yang gampang move on makanya saat ini dia tidak begitu patah hati. Sedangkan vio juga sedang berkencan dengan Kevin.
                Zalfa merasa bosan, ia kemudian berdiri menuju kulkas. Dilongoknya isi kulkas, dan akhirnya di ambilnya sebuah Coca Cola dan menuangkannya kedalam gelas, tak ketinggalan beberapa snack yang ia ambil di rak.
               
“Sumpah ya, hari ini boring nya minta ampun” zalfa mengerutu sambil meminum Coca Cola nya.
                “Makanya cari pacar.” Kata gilang yang menyerobot snack yang dibawa gea.
                “gue itu baaru putus sama randy kemaren lusa, mana mungkin gue bisa punya pacar dalam dua hari bego!” jawab zalfa sambil membuka bungkus snack yang diambil tadi.
                “Hahahaha, yang lagi jomblo
                “Ih, apa apaan lo? Ngapain sih lo sibuk ngurusin hidup gue, mendingan lo jalan sama vina sana! Ini kan malam minggu.”
                “Kenapa jadi lo yang repot sih? Disini gue lebih tua ya, jadi gue berhak ngurusin hidup lo! jawab gilang sambil mengunyah makanannya “lagian kan biasanya juga elo pergi sama vio” tambah gilang yang belum slesai mengunyah makanan ringan yang ada di mulutnya.
                “Vio lagi kencan sama pacarnya” jawab zalfa dengan lesu.
                “Oh kasian banget ditinggal pacaran sama sahabat.” Ledek gilang
                “biarin!” jawab zalfa yang mulai naik darah
                “hmm, by the way gue juga lagi boring nih, gimana kalo kita keluar?” ajak gilang
                “Keluar kemana?”
                “Ke Resto biasa aja gimana?” jawab gilang setelah lama berfikir.
                “Boleh juga. Tapi tunggu ya, gue mau ganti baju.” Jawab zalfa
                “Jangan lama!” teriak gilang yang masih sibuk dengan makanan ringannya.
                “Gue ditraktir ya” pinta zalfa yang langsung bergegas ke kamarnya.
                “iya iya, cepet sana ganti baju.
                Setelah sekitar 15 menit zalfa sudah siap dengan balutan dress biru laut sepanjang lutut dan sapuan make up yang terlihat natural. Mereka berdua langsung menuju ke restaurant yang biasa mereka kunjungi. Disana mereka sempat bertemu dengan teman teman Gilang.

                “Gilang!” teriak seseorang yang memanggil gilang
                “Eh bill” jawab gilang sambil bersalaman ‘ala mereka’
                “Hei, ini pacar baru lo ya? Cantik juga” kata Billy, teman sekelas Gilang yang sambil melihat kearah zalfa dari atas sampai bawah
                “Enak aja. Ini zalfa, adik gue” kata gilang membantah
                “Ohh, ini yang namanya zalfa? Gilang sering bercerita tentangmu, katanya kau sangat cerewet” jawab Billy sambil sedikit tertawa
                “Enggak kok, yang ada si Gilang yang cerewet” kata zalfa yang langsung cemberut
                “Hahaha, bercanda kok. Tapi kamu cantik banget, gilang gak pernah bilang kalau punya adik secantik kamu” rayu Billy yang membuat zalfa tersipu
                “Ngomong ngomong lo kesini sama siapa?” tanya gilang ke Billy
                “Sendiri, ini juga udah mau pulang.” Jawab billy
                “Oh, yaudah. Duluan ya, gue laper nih” jawab gilang sambil memegang perutnya yang lapar
                “Ok, Bye gilang, bye juga zalfa” kata billy sembari meninggalkan zalfa dan gilang.
                “Byee” jawab gilang dan zalfa berbarengan

                Setelah berbincang dengan Billy, mereka pun akhirnya masuk ke restaurant dan memilih tempat duduk di dekat pintu. Lalu memesan makanan ke pramusaji.

                “Lo ngapain sih cerita ke temen temen lo kalo gue cerewet?” kata zalfa kesal
                “kan emang bener” jawab gilang sambil mengotak atik hp BB nya. Yang kemudian disusul oleh seorang pramusaji yang mengantarkan makanan ke meja mereka. Setelah sekitar 30 menit, makanan makanan yang ada di meja mereka sudah habis.
                “Mas ini bill nya” kata seorang pramusaji yang memberikan secarik kertas yang berisi total uang yang harus mereka bayar.
                “Oh iya mas, tunggu sebentar” kata gilang sambil meraba saku celana jeans untuk mengambil dompetnya. Tetapi ternyata tidak ada, dan dia baru ingat bahwa dompetnya ia letakan di meja saat menunggu zalfa berpakaian tadi.
                “Zal, lo bawa uang gak?” tanya gilang berbisik pada zalfa yang ada di sebelahnya
                “enggak lah, kan katanya lo yang mau nraktir” jawab zalfa “Kenapa? Jangan jangan lo gak punya uang ya?” tambah zalfa sambil mendelik dan masih saling berbisik pada gilang
                “Dompet gue ketinggalan di meja, waktu gue nungguin lo ganti baju” jelas gilang
                “Sialan lo, terus nasib kita gimana nih?” tanya zalfa cemas
                “gimana mas, ada gak uangnya?” tanya sang pramusaji yang ternyata memperhatikan gerak-gerik mereka berdua
                “Hmm, gimana ya mas dompet saya ketinggalan tadi” jelas gilang terbata bata
                “Terus bayarnya gimana dong?” tanya pramusaji itu
                “Ini mas uangnya, biar saya yang bayarin” terdengar suara seorang laki laki berkulit putih yang membayar semua makanan yang telah dimakan oleh zalfa dan gilang.
                “Oh, iya mas. Terima kasih” jawab sang pramusaji yang langsung pergi dan meninggalkan kami
                “Thanks ya, nanti uang lo gue ganti deh” kata gilang sambil tersenyum manis kehadap pria tersebut
                “Gak usah, gak apa apa kok” jawab seorang pria yang mungkin tidak asing lagi bagi zalfa
                “Kayaknya gue kenal sama lo” tanya zalfa sambil mengingat ngingat pria tersebut
                “Oh iya, gue Alif. Muhammad Alif Matata Pakki lengkapnya” jelasnya
                “HAH? Gimana bisa gue lupa sama muka lo lif? Ternyata lo lebih ganteng dari di foto foto yang lo upload di twitter” jelas zalfa panjang lebar. Memang akhir akhir ini ia sedang suka menstalk twitter yang bernama @Alifmatata, alif matata itu sendiri adalah seorang pengcover lagu dan vokalis band rock “remains Alive” yang sedang hangat dibicarakan di jejaring social media twitter
                “Lo kenal gue ya? Ah, enggak kok biasa aja. Pacar lo juga ganteng” jawab alif yang melirik gilang yang ada disebelah zalfa
                “Pacar? Siapa? Dia?” tanya zalfa sambil menunjuk gilang
                “iya, siapa lagi” jawab alif yang masih memasang senyum di wajahnya
                “Dia ini bukan pacar gue, dia ini kakak gue. Masa iya gue pacaran sama orang kayak gini?” tanya zalfa heran, bisa bisanya ia dianggap sedang berpacaran dengan gilang
                “oh, kakak lo, gue kira pacar. Hehe” jawab alif sambil tertawa kecil
                “siapa juga yang mau pacaran sama orang model kaya gini, cerewet lagi” kata gilang, sambil menunjuk zalfa.
                “eh, lif boleh bagi nomor hand phone gak?” pinta zalfa pada alif, yang tentu saja mengacuhkan kata kakaknya itu.
                “ok, ada kertas?” tanya alif yang langsung mengeluarkan pulpen dari saku celana nya
                “gak ada, lo tulis aja disini” jawab zalfa sambil menunjuk ke telapak tanganya
                “udah tuh” jawab alif setelah menuliskan beberapa digit angka di telapak tangan zalfa
                “Thanks alif, nanti gue sms ya” kata zalfa sambil tersenyum manis yang membuat lesung pipi kirinya terlihat.
                “Oke, by the way nama lo siapa? Gue kan belum tau nama lo” tanya alif yang langsung menawarkan salaman kearah zalfa.
                “Oh iya, sampai lupa. Gue Zalfa” jawab zalfa sambil menjawab salaman dari alif.
                “Ok zalfa, kalo gitu gue mau kesana ya. Udah laper nih” kata alif yang menunjuk salah satu meja kosong di pojok restaurant
                “oh, silahkan. Bye alif” jawab zalfa sembari melambaikan tangan kearah alif
                “Bye zalfa” jawab alif yang langsung menuju ke meja yang ditunjuk tadi

0
                “Viooo!!” teriak zalfa dari tempat duduknya yang melihat vio yang akhirnya datang juga
                “Kenapa zal? Kayaknya seneng banget” jawab vio yang melihat ekspresi zalfa yang terlihat sangat senang.
                “tau gak? Kemaren, waktu malam minggu gue ketemu sama Aliiif” cerita zalfa kegirangan
                “Alif siapa? Banyak kali yang namanya alif” tanya vio sambil menaruh tasnya diatas meja
                “Alif Matata vii. Alif matata idola kitaa” jelas zalfa sambil mengguncang guncangkan badan vio
                “HAH?? Alif Matata? Kok bisa? Dimana? Terus lo ngapain aja?” tanya vio yang juga menyukai Alif matata.
                “gue ketemu di restaurant biasa kita nongkrong, dia ngebayarin semua makanan gue sama gilang gara gara si gilang lupa bawa dompet. Terus gue juga minta no hp nyaa!” jelas zalfa dengan bangga
                “Bayarin makanan?” tanya vio
                “Iya dibayarin vii, kebayang gak gimana baiknya si Alif itu!” jawab zalfa heran
                “Kayak malaikat ya si alif. Terus lo dikasih no hp nya alif?” tanya vio lagi yang masih penasaran
                “Dikasih dong, di nulis di telapak tangan gue, dan ini masih ada bekasnya.” Jelas zalfa lagi sambil menunjukan telapak tanganya yang berisi beberapa digit angka, dan tentu saja sudah mulai hilang
                “mana mana? Bagi juga dong” pinta vio yang memasang tampang memelas
                “nanti deh gue sms nomornya. Gue belum hafal sama nomornya.” Jawab zalfa sambil mengedipkan satu matanya
                “Emang lo gak bawa Hape?
                “Enggak, tadi ketinggalan dikasur”
                “Ohh gitu, ok deh. Makasih zalfaa. Lo emang sahabat gue yang paliiiiing baik sedunia nyata dan akhirat” ungkap vio yang saking senangnya, bahkan zalfa sendiri tidak mengerti apa yang ia bicarakan.
                “iyalah, secara gue itu sahabat lo satu satunya, ya pastinya gue yang terbaik” jawab zalfa singkat
                “He he iya juga sih” jawab vio lagi sambil cengar cengir
                “Dasar. Eh lo udah buat pr matematika belum?” tanya zalfa
                “belumlah, mana pernah sih aku bikin pr matematika” jawab vio singkat
                “He he iya juga ya? Yaudah nih, contek aja biar gak keburu masuk kelas” kata zalfa sambil memberikan sebuah buku ke vio
                “Duh, baiknya.  Thank you zalfaa” jawab vio sambil mencoba mengambil buku yang ditarik kembali  oleh zalfa
                “Urwell, tapi ada syaratnya ya” kata zalfa lagi sambil menarik kembali buku pr miliknya
                “Hmm, apa syaratnta?” tanya vio penasaran
                “Nanti malem, lo temenin gue ke mall ya?” jawab zalfa samba mengedip ngedipkan matanya
                “Mau ngapain lo?” tanya vio
                “Mau nyari novel, terus sekalian makan malam” jawab zalfa
                “Itu doang? Gampanglahh!” jawab vio menyanggupi
                “Okee” kata zalfa senang

                Sore itu, zalfa menelfon vio untuk mengingatkan vio supaya dia tidak lupa mengantarkanya ke mall.
                “Vi, inget nanti temenin gue ke mall” kata zalfa setelah vio mengangkat telfon darinya
                “Iya zal, ini gue lagi prepare”
                “Udah prepare? Kalau gitu langsung ketemu disana ya”
                “Yah, gak dijemput nih?”
                “Mau dijemput? Ya udah, sekarang gue kesana”
                “Oke, gue tunggu”
                “Sip” jawab zalfa yang langsung menutup telfonnya

                Zalfa sudah sampai di depan rumah vio, zalfa pun langsung masuk kerumah vio. Baru masuk ke pintu gerbang, zalfa sudah disambut oleh orang tua vio.
                “Eh, zalfa tumben main kesini?” Tanya mama vio yang sedang menonton tv di ruang keluarga bersama ayah vio
                “Iya tante, mau ke luar sebentar ada yang dicari” jawab zalfa sopan
                “Oh gitu”
                “Iya tan, ngomong ngomong vionya mana?”
                “Vio lagi dikamar zal, cari aja keatas”
                “Oh ok tante, makasih ya” jawab zalfa yang langsung mencari vio dikamarnya
                “Hei, ayo berangkat biar gak kemaleman nanti” kata zalfa saat sudah sampai dikamar vio
                “ok” jawab vio singkat dan langsung turun kebawah untuk berpamitan dengan orang tua nya
                “Vio mau keluar sebentar. Mau nganterin zalfa beli novel” kata vio sambil menyalami tangan ibu dan ayah nya
                “Iya, tapi pulangnya jangan terlalu malam ya” kata ibu vio
                “Iya bun”
                “iya tante, duluan ya” jawab zalfa yang langsung menyusul vio keluar

0
                Setelah kurang lebih 1 jam, akhirnya mereka sampai di mall tanpa menunggu lama mereka langsung ke tempat novel dan mencari novel yang dicari. Sambil mencari cari vio ingat waktu itu zalfa berjanji untuk memberikan nomor hp Alif Matata.
                “Zal, waktu itu lo bilang mau ngasih tau nomornya Alif kan?” tanya vio
                “oh iya, tunggu ya” jawab zalfa sambil mengambil hp nya
                “Langsung gue kirim lewat sms ya”
                “Oke”
                “Udah nyampe?” Tanya zalfa setelah mengirimkan sms berisi nomor hp Alif matata
                “udah, thanks ya. Hmm by the way lo sebenernya mau cari novel apa sih? Tanya vio sambil memasukan kembali hp nya
                “Novel terbaru karya Arumi E yang Longest Love Letter” jawab zalfa yang masih melihat ke rak buku hingga akhirnya novel yang ia cari pun ketemu. “Nah ini dia novelnya” kata zalfa kegirangan setelah berhasil menemukan novel itu
                “Coba liat coba liat” kata vio yang langsung m engambil novel itu dari tangan zalfa “Hmm, dari sinopsisnya sih bagus, nanti kalo lo udah selesai baca gue pinjem ya he he”  tambah vio seteleah selesai membaca synopsis novel itu
                “Yaelah, gak modal banget sih lo vi”
                “He he ngga apa, lagian kalo lo udah selesai baca mau lo apain? Lo diemin juga kan?”
                “Iya deh iya, eh habis ini kita cari makan ya. Laper nih” kata zalfa sambil memegang perutnya yang mulai lapar dan bergegas ke kasir untuk membayar novel yang ia beli
                “Iya, makanya cepetin soalnya gue juga laper nih”
                “Iya bawell” jawab zalfa dan segera mencari tempat makan di mall tersebut
                “Oh iya zal, lo udah dapet sms ke nomornya Alif belum?” tanya vio saat mereka sudah mendapat tempat di restaurant yang masih di wilayah mall tersebut
                “Belum, gak sempet nih”
                “yahh, emangnya lo yakin kalo itu nomornya asli?”
                “yakin dong, Alif matata kan orangnya jujur” jawab zalfa dengan bangga
                “Hmmm, iyadeh”

                Saat mereka sedang asik asiknya makan sambil mengobrol, mata zalfa menuju ke seseorang yang dari tadi ia bicarakan dengan vio. Alif matata, untuk kedua kalinya ia bertemu langsung dengan Alif Matata tanpa sengaja.

                “Vio, liat tuhh” kata zalfa sambil menunjuk alif yang ada tepat dibelakang meja tempat mereka makan
                “Liat apa?” tanya vio sambil mengikuti arah jari zalfa
                “Liat, ada alif matataa!!” teriak zalfa dan mungkin teriakan zalfa didengar oleh alif matata yang langsung menoleh
                “HAH? Lo bener zal, itu aliff!!” teriak vio histeriss “dan dia noleh ke arah kita!
                “ya emang bener, masa gue bohong”
                “Nahlo zal, dia kesini kayaknya dia denger deh waktu kita teriak tadi”
                “Hai” sapa alif ke vio & zalfa
                “Hai juga” jawab vio & zalfa berbarengan
                “Hmm, kamu yang waktu itu ketemu di restaurant ya?”Tanya alif sambil memperhatikan zalfa
                “Iya, yang waktu itu dibayarin makanannya. Hehe masih inget aja” jawab zalfa senang Karena tidak menyangka bahwa alif masih mengingat kejadian itu
                “Iya, kok gak ada sms/nelfon?”
                “Iya nih, belum sempet. Oiya ini temen aku vio, dia juga matata story” jelas zalfa sambil memperkenalkan vio
                “Oh, hai vio” sapa alif ramah
                “Hai juga alif, lo ramah banget sih. Gak kaya artis artis lain” kata vio kagum
                “Ah biasa aja, kan biarpun udah terkenal tetep harus ramah” jelas alif. “by the way gue boleh duduk disini bareng kalian gak?” tanya alif
                “BOLEH!” jawab vio & zalfa yg terdengar hampir berbarengan
                “Wihh, kompak banget” kata alif yang langsung duduk di kursi
                “Iya dong, kita kan emang selalu kompak” jawab zalfa sambil melirik vio
                “Kalian udah pesen makanan?” tanya alif yang melihat meja itu kosong
                “Udah kok, mungkin bentar lagi datang” jawab vio
                “Oh ok” jawab alif lagi sambil memanggil seorang pelayan untuk mencatat pesanannya

                Setelah kejadian itu alif, vio, dan zalfa berteman dekat dan sering sms-an, jalan bertiga, bbm-an dan sebagainya.

3 komentar:

What do u think about my post?